begitu marahnya dia kepadaku tuhan sehingga seperti itu maafkan aku, maaf sudah membuat perasaamu seperti itu, aku tidak tahyu kalau itu membuat dirimu sangat terpukul dan jatuh sakit, sekali lagi maaf kan aku MRS.C maaf beribu maaf, maaf telah membuatmu sakit. aku baru tahu kalau kau memutuskan pacarmu demi diriku.
Minggu, 20 November 2011
Ku Baru tahu
aku memang jarang membuka status orang-orang, termasuk orang yang aku cintai tapi ketika dia mengirimkan sebuah wall yang berisikan seperti curahan hatinya kepadaku. aku heran tapi setelah aku check, aku lupa kalau aku membuat status di jejaring sosial Twitter yang langsung terhubung di facebookku. tapi itu merupakan becana besar bagiku karena lupanya itu memancing kemarahannya kepadaku. sehingga mengirimkan wall yang panas dan membuat status yang berisiskan tentang diriku. memang sih dia membuat status seperti sangat membenciku apakah memang dia membenciku.
begitu marahnya dia kepadaku tuhan sehingga seperti itu maafkan aku, maaf sudah membuat perasaamu seperti itu, aku tidak tahyu kalau itu membuat dirimu sangat terpukul dan jatuh sakit, sekali lagi maaf kan aku MRS.C maaf beribu maaf, maaf telah membuatmu sakit. aku baru tahu kalau kau memutuskan pacarmu demi diriku.
begitu marahnya dia kepadaku tuhan sehingga seperti itu maafkan aku, maaf sudah membuat perasaamu seperti itu, aku tidak tahyu kalau itu membuat dirimu sangat terpukul dan jatuh sakit, sekali lagi maaf kan aku MRS.C maaf beribu maaf, maaf telah membuatmu sakit. aku baru tahu kalau kau memutuskan pacarmu demi diriku.
Sabtu, 19 November 2011
Hari yang melelahkan untuk diriku dikelas XI.IPA.1
Terasa sakit sekali saat, orang-orang menyelahku sekhendak jidat mereka. apa karena aku yang paling mudah disitu kurasa tidak karena ada orang-orang yang lebih mudah dari aku.
memang aku yang salah, tapi bisa gax sih bicaranya yang sopan dikit kalau tidak suka dengan saya langusng bicarakan ke saya. sebagai seorang lelaki tentunya.
eleh-eleh kamu bilang dirimu itukan lelaki dan berkata kalau diriku itu banci. ngaca donk kamu yang banci tiap hari gax bisa berhenti mulutnya, kau boleh menghina maupun melecehkan kami tapi kau tidak bisa menilai harga diri kami yang rendah, sebenrnya harga dirimu lah yang rendah. manusi itu kadang lebih rendah dari seorang hewan dan tinggi derajatnya di bandingkan dari malaikt. kurasa kami udah capek denger ocehan yang idak berguna menurut kami. Ngoceh bau. Ngoche bau apo dia sih, gx penting banget kali. Lelaki Jalang. itu untuk kau.
memang aku yang salah, tapi bisa gax sih bicaranya yang sopan dikit kalau tidak suka dengan saya langusng bicarakan ke saya. sebagai seorang lelaki tentunya.
eleh-eleh kamu bilang dirimu itukan lelaki dan berkata kalau diriku itu banci. ngaca donk kamu yang banci tiap hari gax bisa berhenti mulutnya, kau boleh menghina maupun melecehkan kami tapi kau tidak bisa menilai harga diri kami yang rendah, sebenrnya harga dirimu lah yang rendah. manusi itu kadang lebih rendah dari seorang hewan dan tinggi derajatnya di bandingkan dari malaikt. kurasa kami udah capek denger ocehan yang idak berguna menurut kami. Ngoceh bau. Ngoche bau apo dia sih, gx penting banget kali. Lelaki Jalang. itu untuk kau.
Jumat, 18 November 2011
Atletik
Atletik Ulangi Torehan SEA Games 1993
Rabu, 16 November 2011 | 18:56 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang - Pelari jarak jauh Triyaningsih dan Yahuza menutup perjalanan tim atletik Indonesia di SEA Games XXVI 2011 dengan sempurna. Mereka mempersembahkan emas terakhir dari nomor lari maraton yang menyusuri Jalan Gubernur A Bastari, Jakabaring, Rabu 16 November 2011. Indonesia pun sukses mengantongi 13 emas, 12 perak dan 11 perunggu.
Tim Merah Putih menempati posisi kedua di klasemen umum cabang atletik, di bawah Thailand yang unggul dengan 14 emas, delapan perak dan 10 perunggu. Dengan perolehan medali sebanyak ini, Indonesia mengulang sukses di SEA Games 1993 Singapura saat menjadi juara umum. “Kita menjadikan ini sebagai momen kebangkitan kembali atletik,” ujar manajer atletik Paulus Lay saat ditemui di Wisma Atlet Kompleks Olahraga Jakabaring.
Secara tak terduga, Indonesia memperbaiki raihan medali di SEA Games XXV 2009 Laos yang hanya bisa mencapai tujuh medali emas. Dua emas terakhir dipersembahkan Triyaningsih dan Yahuza di lari terjauh, maraton. Triyaningsih yang finis tercepat dengan 2 jam 45 menit 36 detik juga membukukan emas ketiga setelah dari nomor 5 ribu dan 10 ribu meter. Diikuti pelari asal Myanmar Ni Lar San dengan 2 jam 46 menit 37 detik. Posisi ketiga diraih pelari Vietnam Pham Thai Bienh dengan 2 jam 46 menit 37 detik.
Yahuza berhak atas emas setelah membukukan waktu tercepat di bagian putra dengan 2 jam 27 menit 45 detik. Lebih cepat dibandingkan dua pelari Filipina Eric Panique (2 jam 28 menit 26 detik dan Eduardo Bueniviesta (2 jam 29 menit 9 detik).
Di mata Paulus, pembinaan dan adanya regenerasi menjadi kunci utama tim atletik makin membaik. Paulus bahkan menegaskan jika 80 persen atlet yang menyumbangkan emas merupakan wajah-wajah baru. “Kami kehilangan medali emas di nomor 100 meter lari gawang dari Dedeh Erawati. Namun kami berhasil meraih emas di nomor bergengsi 100 meter putra dan putri, berkat adanya regenerasi,” ujar Paulus.
Pelari berusia 20 tahun Franklin Ramses Burumi tampil memukau dengan merebut dua medali emas di nomor bergengsi 100 meter dan 200 meter. Dia juga mengambil bagian di perebutan medali 4 x 100 meter estafet putra yang sudah 26 tahun terakhir menjadi milik Thailand. Franklin menutupi ketidakhadiran Suryo Agung Wibowo yang memilih menunaikan ibadah haji di SEA Games kali ini.
Faktor tuan rumah juga dianggap menjadi penentu prestasi para atlet atletik Indonesia. "Mereka seperti lebih terpacu untuk bisa mempersembahkan yang terbaik,” ucap Paulus. Untuk selanjutnya, PASI akan berusaha mengejar limit Olimpiade. Paulus melihat ada Franklin dan Triyaningsih yang memiliki peluang untuk dapat mencapai limit B.
Di lari 100 meter putra, pelari bisa lolos dengan waktu 10,25 detik. "Saya ingin bisa lolos ke London. Langkah awal mungkin saya akan tampil di Kejuaraan Asia Grand Prix,” ujar Franklin. Hal serupa juga sudah dibidik Triyaningsih. “Tiga emas di SEA Games adalah pertama untuk saya. Berikutnya, saya ingin mencari limit untuk Olimpiade. Setelah pulih, saya akan melakukan persiapan sepenuhnya,” kata Tri.
Jakarta (ANTARA News) - Dua petenis meja Singapura Feng Tian Wei dan Gao Ning masing-masing merebut medali emas nomor tunggal putri dan tunggal putra SEA Games XXVI di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Rabu malam.
Pada final yang mempertemukan sesama pemain Singapura itu, tunggal putri Feng Tian mengalahkan Liyun Isabelle 4-0, sementara pada final tunggal putra Gao Ning menundukkan Yang Zi juga dengan 4-0.
"Kami bermain segenap kemampuan dan tidak ada instruksi untuk mengalah," kata Gao setelah memenangi pertandingan dengan skor 11-6, 11-9, 12-10 dan 11-8.
Gao yang kini berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa ia telah mengenal karakter permainan lawannya.
Petenis meja peringkat 18 dunia itu banyak mendapat poin dari pukulan spin terarah yang keras ke sisi kiri lawan. Gao juga memiliki servis bagus sehingga bola kembalian lawan seringkali menjadi kartu as baginya untuk mendapatkan poin.
Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 400-an penonton itu, tidak banyak terjadi reli-reli serta adu pukulan spin. Beberapa kali sempat terjadi reli namun diakhiri dengan pengembalian Yang Zi yang terlalu melebar hingga menjadikan poin bagi Gao.
Medali perunggu di nomor ini diraih oleh Ficky Supit Santoso setelah pada semifinal menyerah dari Yang Zi dengan skor 2-4. Meski ia berkali-kali mampu melakukan serangan mematikan baik menggunakan spin kiri maupun kanan yang sama baiknya tapi lawan yang dihadapi masih terlalu tangguh untuknya.
Putra dari mantan petenis meja nasional Sinyo Supit itu, juga memiliki servis yang baik dan sering kali mampu meraih poin dari serangan atas pengembalian bola lawan.
Kekalahan Ficky banyak diakibatkan ketidakmampuannya meladeni adu spin dari Yang Zi yang bertubuh tinggi besar dan lebih bertenaga serta lincah.
Perunggu lain didapat petenis meja Vietnam Tran T Q setelah pada semifinal kalah dari Gao Ning dengan skor 4-1.
Pada final tunggal putri yang juga mempertemukan sesama pemain Singapura, Feng Tian Wei yang berperingkat empat dunia membungkam ambisi Liyun Isabelle dengan skor telak 4-0.
Dalam pertandingan itu Feng banyak mendapat poin dari bola bola kontranya yang matang dengan penempatan jitu sehingga akhirnya Liyun mati langkah, bola nyangkut atau pengembaliannya melebar melewati meja.
Feng juga banyak meraih angka dari pukulan spinnya yang gagal dikembalikan lawan. Liyun sebenarnya juga memberikan perlawanan hebat terbukti dengan berkali-kali serangannya bisa menghasilkan poin tapi tidak sampai menutup set.
Medali perunggu diraih Christine Ferliana dari Indonesia yang pada semifinal kalah dari Feng 1-3 dan juga diraih My Tranh dari Myanmar yang pada semifinal dikalahkan Si Yun 1-3. (M027/I015)
Tim Merah Putih menempati posisi kedua di klasemen umum cabang atletik, di bawah Thailand yang unggul dengan 14 emas, delapan perak dan 10 perunggu. Dengan perolehan medali sebanyak ini, Indonesia mengulang sukses di SEA Games 1993 Singapura saat menjadi juara umum. “Kita menjadikan ini sebagai momen kebangkitan kembali atletik,” ujar manajer atletik Paulus Lay saat ditemui di Wisma Atlet Kompleks Olahraga Jakabaring.
Secara tak terduga, Indonesia memperbaiki raihan medali di SEA Games XXV 2009 Laos yang hanya bisa mencapai tujuh medali emas. Dua emas terakhir dipersembahkan Triyaningsih dan Yahuza di lari terjauh, maraton. Triyaningsih yang finis tercepat dengan 2 jam 45 menit 36 detik juga membukukan emas ketiga setelah dari nomor 5 ribu dan 10 ribu meter. Diikuti pelari asal Myanmar Ni Lar San dengan 2 jam 46 menit 37 detik. Posisi ketiga diraih pelari Vietnam Pham Thai Bienh dengan 2 jam 46 menit 37 detik.
Yahuza berhak atas emas setelah membukukan waktu tercepat di bagian putra dengan 2 jam 27 menit 45 detik. Lebih cepat dibandingkan dua pelari Filipina Eric Panique (2 jam 28 menit 26 detik dan Eduardo Bueniviesta (2 jam 29 menit 9 detik).
Di mata Paulus, pembinaan dan adanya regenerasi menjadi kunci utama tim atletik makin membaik. Paulus bahkan menegaskan jika 80 persen atlet yang menyumbangkan emas merupakan wajah-wajah baru. “Kami kehilangan medali emas di nomor 100 meter lari gawang dari Dedeh Erawati. Namun kami berhasil meraih emas di nomor bergengsi 100 meter putra dan putri, berkat adanya regenerasi,” ujar Paulus.
Pelari berusia 20 tahun Franklin Ramses Burumi tampil memukau dengan merebut dua medali emas di nomor bergengsi 100 meter dan 200 meter. Dia juga mengambil bagian di perebutan medali 4 x 100 meter estafet putra yang sudah 26 tahun terakhir menjadi milik Thailand. Franklin menutupi ketidakhadiran Suryo Agung Wibowo yang memilih menunaikan ibadah haji di SEA Games kali ini.
Faktor tuan rumah juga dianggap menjadi penentu prestasi para atlet atletik Indonesia. "Mereka seperti lebih terpacu untuk bisa mempersembahkan yang terbaik,” ucap Paulus. Untuk selanjutnya, PASI akan berusaha mengejar limit Olimpiade. Paulus melihat ada Franklin dan Triyaningsih yang memiliki peluang untuk dapat mencapai limit B.
Di lari 100 meter putra, pelari bisa lolos dengan waktu 10,25 detik. "Saya ingin bisa lolos ke London. Langkah awal mungkin saya akan tampil di Kejuaraan Asia Grand Prix,” ujar Franklin. Hal serupa juga sudah dibidik Triyaningsih. “Tiga emas di SEA Games adalah pertama untuk saya. Berikutnya, saya ingin mencari limit untuk Olimpiade. Setelah pulih, saya akan melakukan persiapan sepenuhnya,” kata Tri.
Feng dan Gao rebut emas tenis meja
Kamis, 17 November 2011 05:13 WIB | 1694 Views
Atlet tenis meja Singapura Feng Tian Wei (kiri) dan Gao Ning masing-masing berperingkat 4 dan 18 dunia berpasangan pada nomor ganda campuran tenis meja SEA Games XXVI, di Gelanggang Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (13/11). Keduanya merupakan unggulan pertama dalam cabang tenis meja putra dan putri pada SEA Games XXVI kali ini. (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Pada final yang mempertemukan sesama pemain Singapura itu, tunggal putri Feng Tian mengalahkan Liyun Isabelle 4-0, sementara pada final tunggal putra Gao Ning menundukkan Yang Zi juga dengan 4-0.
"Kami bermain segenap kemampuan dan tidak ada instruksi untuk mengalah," kata Gao setelah memenangi pertandingan dengan skor 11-6, 11-9, 12-10 dan 11-8.
Gao yang kini berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa ia telah mengenal karakter permainan lawannya.
Petenis meja peringkat 18 dunia itu banyak mendapat poin dari pukulan spin terarah yang keras ke sisi kiri lawan. Gao juga memiliki servis bagus sehingga bola kembalian lawan seringkali menjadi kartu as baginya untuk mendapatkan poin.
Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 400-an penonton itu, tidak banyak terjadi reli-reli serta adu pukulan spin. Beberapa kali sempat terjadi reli namun diakhiri dengan pengembalian Yang Zi yang terlalu melebar hingga menjadikan poin bagi Gao.
Medali perunggu di nomor ini diraih oleh Ficky Supit Santoso setelah pada semifinal menyerah dari Yang Zi dengan skor 2-4. Meski ia berkali-kali mampu melakukan serangan mematikan baik menggunakan spin kiri maupun kanan yang sama baiknya tapi lawan yang dihadapi masih terlalu tangguh untuknya.
Putra dari mantan petenis meja nasional Sinyo Supit itu, juga memiliki servis yang baik dan sering kali mampu meraih poin dari serangan atas pengembalian bola lawan.
Kekalahan Ficky banyak diakibatkan ketidakmampuannya meladeni adu spin dari Yang Zi yang bertubuh tinggi besar dan lebih bertenaga serta lincah.
Perunggu lain didapat petenis meja Vietnam Tran T Q setelah pada semifinal kalah dari Gao Ning dengan skor 4-1.
Pada final tunggal putri yang juga mempertemukan sesama pemain Singapura, Feng Tian Wei yang berperingkat empat dunia membungkam ambisi Liyun Isabelle dengan skor telak 4-0.
Dalam pertandingan itu Feng banyak mendapat poin dari bola bola kontranya yang matang dengan penempatan jitu sehingga akhirnya Liyun mati langkah, bola nyangkut atau pengembaliannya melebar melewati meja.
Feng juga banyak meraih angka dari pukulan spinnya yang gagal dikembalikan lawan. Liyun sebenarnya juga memberikan perlawanan hebat terbukti dengan berkali-kali serangannya bisa menghasilkan poin tapi tidak sampai menutup set.
Medali perunggu diraih Christine Ferliana dari Indonesia yang pada semifinal kalah dari Feng 1-3 dan juga diraih My Tranh dari Myanmar yang pada semifinal dikalahkan Si Yun 1-3. (M027/I015)
Editor: B Kunto Wibiso
Sea Games
Emas Karateka Indonesia
Posted : 12 Nov 2011 00:27:26EMAS KARATEKA INDONESIA. Karateka Indonesia Faizal Zainuddin (kiri) meluapkan kegembiraannya setelah berhasil memenangi pertandingan babak final nomor kata individual putra SEA Games XXVI melawan karateka Vietnam Thai Huy di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (12/11). Faizal berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan lawannya dengan skor telak 5-0.
Surat Pengunduran Diri
Kepada,
Yth,
Ibu Wali Kelas XI.IPA.1
Di
Tempat
Dengan Hormat,
Melalui surat ini saya selaku Ketua Kelas XI.IPA.1 berdasarkan tentang ke khawatiran saya atas kelas ini. maka saya yang bertanda tangan dibawah ini.
Nama :Ary Januar
Sekolah : SMA YPI Tunas Bangsa
Jabatan : Ketua Kelas
NISN/NIS : 9958476280/6889
Mengajukan pengunduran diri dari Ketua Kelas XI.IPA.1 dengan alasan tertekan dan kurangnya kepercayaan dan kesadaran anak-anak.Surat ini saya buat sesuai prosedur hubungan siswa dan tanpa motivasi negatif. Saya berharap ibu Sari Nopareni dapat memahami kondisi saya dan memberikan hak -hak saya sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan sesungguhnya. atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan selama ini, saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya,
Palembang, 18 November 2011
(Ary Januar)
Yth,
Ibu Wali Kelas XI.IPA.1
Di
Tempat
Dengan Hormat,
Melalui surat ini saya selaku Ketua Kelas XI.IPA.1 berdasarkan tentang ke khawatiran saya atas kelas ini. maka saya yang bertanda tangan dibawah ini.
Nama :Ary Januar
Sekolah : SMA YPI Tunas Bangsa
Jabatan : Ketua Kelas
NISN/NIS : 9958476280/6889
Mengajukan pengunduran diri dari Ketua Kelas XI.IPA.1 dengan alasan tertekan dan kurangnya kepercayaan dan kesadaran anak-anak.Surat ini saya buat sesuai prosedur hubungan siswa dan tanpa motivasi negatif. Saya berharap ibu Sari Nopareni dapat memahami kondisi saya dan memberikan hak -hak saya sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan sesungguhnya. atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan selama ini, saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya,
Palembang, 18 November 2011
(Ary Januar)
Kamis, 10 November 2011
Rasa Curiga yang mendalamku menjadi kenyataan
Aku memang tanggal 8 ovember 2011. tidak masuk sekolah tapi ketika
Selasa, 08 November 2011
Kenapa Harus Aku yang Kena Jambret
Hari Itu tanggal 7 November 2011 kejadiannya sekitar Jam 19.30, aku berjalan pulang menuju rumahku di Asrama TNI AD Blok PP no.4 RT.13 RW.03 ada seorang lelaki 2 orang, yang satu menggunakan Topi yang satunya lagi berambut panjang awalnya aku tidak curiga kalau mereka adalah seorang pejambret, mengapa say berpikiran seperti itu karena saya melihat dia menggunaka motor Vixion, mereka bertanya pada saya kata orang yang pertama," adeg kenal sama yang namanya Ade Polisi Kereta Api (Polsuska)jelas saya mengucapkan saya kenal betul dengan orang itu. terus sih pejambret pun bilang ingi menelpon sih Ade itu melalui handphone saya, terus saya memberikan hape saya begitu saja
.
terus ketika orang itu menelpon dia mangasih tahu kalau orang-orang atau teman-temannya ada di depan simpang sekojo. saya diajaknya lah pergi. diperjalan saya terus menyebut kata-kata allah. ketika kami stop di counter hape yang bersebragan. saya memnita hp saya kembali yang saat itu dipegang oleh lelaki yang pertama betapa malangnya nasib saya ketika orang itu berlari membwa hape saya. lalu saya berteriak Jambret,Jambret tapi tidak ada orang yang mau mebantu saya dasar nasib mau dikata apa saya pulang berjalan kaki dan pulang kerumah saya langsung menanangis dhadapan orang tua saya. Diriku yang malang dan saya bersumpah kalau dua orang penjambvret itu bakal mati gancang dan seceptanya :-(
.
terus ketika orang itu menelpon dia mangasih tahu kalau orang-orang atau teman-temannya ada di depan simpang sekojo. saya diajaknya lah pergi. diperjalan saya terus menyebut kata-kata allah. ketika kami stop di counter hape yang bersebragan. saya memnita hp saya kembali yang saat itu dipegang oleh lelaki yang pertama betapa malangnya nasib saya ketika orang itu berlari membwa hape saya. lalu saya berteriak Jambret,Jambret tapi tidak ada orang yang mau mebantu saya dasar nasib mau dikata apa saya pulang berjalan kaki dan pulang kerumah saya langsung menanangis dhadapan orang tua saya. Diriku yang malang dan saya bersumpah kalau dua orang penjambvret itu bakal mati gancang dan seceptanya :-(
Senin, 07 November 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

